Long vs Short Position Pada Trading Forex

Diposting pada
Long vs Short Positions in Forex Trading

Memahami dasar dari long dan short dalam trading forex merupakan hal paling dasar bagi semua trader pemula. Mengambil posisi long atau short pada dasarnya bergantung pada apakah seorang trader memperkirakan suatu mata uang akan menguat (naik) atau melemah (turun) terhadap mata uang lainnya. Sederhananya, ketika seorang trader meyakini bahwa suatu mata uang akan menguat, maka ia akan “Go Long” pada mata uang tersebut. Sebaliknya, ketika trader memperkirakan mata uang akan melemah, maka ia akan “Go Short” pada mata uang yang menjadi underlying.

Lanjutkan membaca untuk memahami lebih dalam tentang posisi long dan short dalam trading forex serta kapan waktu yang tepat untuk melakukan transaksi.

Apa yang dimaksud dengan posisi dalam trading forex?

Posisi forex adalah sejumlah mata uang yang dimiliki oleh individu atau entitas tertentu (lembaga,bank), di mana kepemilikan tersebut memberikan eksposur terhadap pergerakan nilai mata uang tersebut terhadap mata uang lainnya. Posisi dalam forex dapat berupa long atau short. Suatu posisi forex memiliki tiga karakteristik utama, yaitu:

  • Pasangan mata uang (underlying currency pair)
  • Arah posisi (long atau short)
  • Ukuran posisi (size)

Di pasar forex, kita dapat mengambil posisi pada berbagai pasangan mata uang. Jika kita memperkirakan harga suatu mata uang akan menguat, maka kita dapat mengambil posisi long. Besarnya posisi yang diambil akan bergantung pada ekuitas akun dan kebutuhan margin. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita sebagai trader untuk menggunakan leverage dalam jumlah yang tepat dan terukur.

Apa arti memiliki posisi long atau short dalam forex?

Memiliki posisi long atau short dalam forex berarti berekspetasi apakah suatu pasangan mata uang akan naik atau turun nilainya. Konsep long dan short merupakan aspek paling mendasar dalam transaksi ini di pasar keuangan.

Ketika seorang trader mengambil posisi long, ia memiliki saldo investasi positif pada suatu aset dengan harapan aset tersebut akan mengalami apresiasi. Sebaliknya, ketika trader mengambil posisi short, ia memiliki saldo investasi negatif dengan harapan aset tersebut akan mengalami depresiasi sehingga dapat dibeli kembali di harga yang lebih rendah di masa depan.

Long vs Short Positions in Forex Trading

Apa itu posisi long dan kapan menggunakannya?

Posisi long adalah transaksi yang dieksekusi ketika trader memperkirakan instrumen underlying akan mengalami kenaikan nilai. Sebagai contoh, ketika seorang trader mengeksekusi order buy, maka ia memegang posisi long pada instrumen yang dibeli, misalnya USD/JPY. Dalam hal ini, trader tersebut mengharapkan Dolar AS menguat terhadap Yen Jepang.

Sebagai ilustrasi, seorang trader yang membeli dua lot USD/JPY, yang berarti memiliki posisi long sebesar dua lot pada pasangan USD/JPY. Underlying-nya adalah USD/JPY, arah posisinya long, dan ukurannya dua lot.

Pelajari lebih lanjut tentang forex quotes melalui panduan kami mengenai cara membaca pasangan mata uang.

Kita harus mencari buy-signal untuk masuk ke posisi long. Berbagai indikator digunakan untuk mengidentifikasi sinyal beli dan jual sebagai dasar pengambilan keputusan masuk pasar.

Salah satu contoh buy-signal adalah ketika harga mata uang turun hingga mencapai level support. Pada grafik di bawah, USD/JPY mengalami penurunan hingga level 110.274, namun harga tersebut tertahan di level tersebut beberapa kali. Level 110.274 kemudian menjadi level support dan memberikan sinyal beli bagi trader ketika harga kembali mendekati level tersebut.

USD/JPY declines and retest support levels

Salah satu keunggulan pasar forex adalah jam perdagangannya yang berlangsung hampir 24 jam selama 5 hari dalam seminggu. Beberapa trader lebih memilih untuk melakukan trading pada sesi utama seperti sesi New York, sesi London, dan terkadang sesi Sydney dan Tokyo, karena pada periode tersebut likuiditas pasar cenderung lebih tinggi.

Apa itu posisi short dan kapan menggunakannya?

Posisi short pada dasarnya merupakan kebalikan dari posisi long. Ketika trader mengambil posisi short, mereka memperkirakan harga mata uang underlying akan mengalami depresiasi atau turun. Melakukan short pada mata uang berarti menjual mata uang underlying dengan harapan harganya akan turun di masa depan, sehingga trader tersebut dapat membelinya kembali pada harga yang lebih rendah. Selisih antara harga jual yang lebih tinggi dan harga beli yang lebih rendah inilah yang menjadi keuntungan trader tersebut.

Sebagai contoh praktis, jika seorang trader melakukan short pada USD/JPY, maka ia menjual USD untuk membeli JPY.

Dia mencari sell-signal untuk masuk ke posisi short. Salah satu sell-signal yang umum terjadi adalah ketika harga mata uang mencapai level resistance. Level resistance adalah tingkat harga di mana instrumen underlying mengalami kesulitan untuk menembus ke atas. Pada grafik di bawah, USD/JPY menguat hingga level 114.486 namun gagal melanjutkan kenaikan. Level ini kemudian menjadi resistance dan memberikan sinyal jual ketika harga mendekati 114.486.

USDJPY Fails break resistance levels

Sebagian besar trader memilih untuk hanya melakukan trading selama sesi utama, namun jika peluang yang menarik muncul, kita juga dapat mengeksekusi transaksi kapan saja selama pasar forex sedang buka.

Bacaan lanjutan untuk mendukung trading forex Anda

Jika Anda baru memulai trading forex, kami merekomendasikan untuk memulai Belajar Forex gratis untuk pemula yang akan membantu Anda memahami langkah-langkah dasar dalam memulai trading. Selain itu, penting juga untuk memahami kesalahan nomor satu yang paling sering dilakukan trader dalam trading forex.

Saat Anda memulai perjalanan trading, Anda juga dapat mengunjungi kategori Edukasi Forex kami yang mencakup berbagai materi tentang pasar forex secara lengap. Edukasi tersebut disusun oleh para ahli di Prof FX.

Gambar Gravatar
Jeremy Teddy adalah seorang ahli strategi makro berpengalaman yang berbasis di Malaysia, dengan lebih dari lima tahun pengalaman dalam trading dan analisis pasar di berbagai instrumen, termasuk valuta asing, saham, dan komoditas. Saat ini bekerja bersama Prof FX, ia dikenal karena penyampaian edukasi yang mendalam dan aplikatif, yang membantu trader pemula menavigasi pasar keuangan global dengan lebih percaya diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related

How to Trade Using Bollinger Bandwidth Strategy

Indikator Bollinger Bandwidth mampu memberikan sinyal yang sangat berharga bagi mereka trader tipe teknikal. Ketika dikombinasikan dengan indikator teknikal lainnya

Multinational Corporations Role in Forex Markets

Perusahaan multinasional juga dianggap sebagai hedger di pasar keuangan. Perusahaan multinasional dan yang memiliki cabang di berbagai negara seringkali dihadapkan

Technical Analysis Basics Every Forex Trader Should Know

Pengantar Analisis Teknikal Analisis teknikal dikenal sebagai salah satu cara membaca pergerakan harga pasar yang sangat populer dalam trading. Hal

Interest Rates and the Forex Market

Terdapat fakta yang tidak bisa dibantah bahwa ada korelasi yang sangat kuat antara suku bunga dan trading forex. Pasar forex

What Does Your Economy Export

Kenapa kita harus mengamati nilai ekspor di suatu negara? Apa hubungan ekspor dengan pergerakan mata uang yang diperdagangkan di pasar forex?

How to Trade Forex Using Bollinger Bands Effectively

Bollinger Bands merupakan salah satu indikator technical analysis yang digunakan oleh para trader di berbagai pasar keuangan, termasuk forex. Pada artikel

Day Trading Forex Using Bollinger Band

Day trading menggunakan Bollinger Bands memang bukan metode teknikal yang paling populer dalam memanfaatkan indikator Bollinger Band. Namun demikian, sebagian

Central Bank Key Player in The Forex

Di pasar forex bank-bank sentral adalah “dalang” atau pemain utama yang mempunyai kemampuan untuk ‘memanipulasi’ harga mata uang. Namun jangan