Dolar AS bergerak menguat moderat di kisaran 99,81 – 99,85 sementara pasar forex global terjebak dalam fase konsolidasi ketat menjelang rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat. Sentimen pasar hari ini (11/12 Agustus 2026) didominasi oleh kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah, ketidakpastian negosiasi AS-Iran, serta sikap hawkish dari pejabat Federal Reserve.
Berikut adalah rekapitulasi terupdate tentang perkembangan pasar forex global di sesi perdagangan Selasa hari ini.
Dolar AS Bangkit dari Level Terendah, Menanti Sentimen CPI
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, berhasil melanjutkan pemulihannya ke area 99,85 setelah sempat terjerembap ke level terendah dua bulan di posisi 99,41 pada akhir pekan lalu. Momentum penguatan ini dipicu oleh meredanya harapan akan tercapainya kesepakatan damai AS-Iran dalam waktu dekat, yang kembali memicu permintaan aset aman (safe-haven).
Selain faktor geopolitik, pidato dari Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, memberikan bahan bakar tambahan bagi kubu bullish Dolar. Hammack menegaskan bahwa bank sentral mungkin masih perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut guna menekan laju inflasi yang terus meningkat akibat lonjakan harga komoditas energi.
Menurut data yang dikutip dari Trading Economics, fokus penuh investor kini tertuju pada rilis data inflasi konsumen (CPI) Juli AS untuk mengukur apakah Fed akan benar-benar mengambil langkah agresif pada pertemuan September mendatang.
Efek Intervensi Yen Mulai Memudar, USD/JPY Kembali Merangkak Naik
Di pasar Asia, pasangan USD/JPY diperdagangkan di sekitar level 159,19. Dinamika pada mata uang Yen menjadi sorotan utama menyusul konfirmasi langkah intervensi gabungan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan Jepang bersama Departemen Keuangan AS.
Berdasarkan ulasan komoditas global, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dilaporkan menggunakan dana stabilitas nilai tukar (Exchange Stabilization Fund) untuk membeli Yen menggunakan Euro guna mencegah Jepang melepas obligasi AS secara masif demi mempertahankan mata uangnya. Meski intervensi sempat menahan kejatuhan Yen ke level terendah dalam 40 tahun, efek proteksi tersebut mulai memudar. Lonjakan imbal hasil obligasi AS jangka panjang serta tekanan fiskal domestik Jepang memaksa Yen kembali menyerahkan sebagian penguatannya terhadap Dolar AS.
Euro datar, Dolar Australia Menguat Pasca Sikap Tegas RBA
Pergerakan di pasar mata uang utama lainnya cenderung bervariasi namun masih dalam rentang yang terbatas.
EUR/USD: Mata uang Euro bergerak stagnan di kisaran $1,1542. Penguatan Euro tertahan karena pelaku pasar juga mencermati dampak lonjakan harga gas alam di Eropa yang berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi kawasan, sekalipun Bank Sentral Eropa (ECB) diproyeksikan tetap mempertahankan kebijakan ketat.
AUD/USD: Dolar Australia menjadi salah satu mata uang dengan performa terkuat, menguat 0,18% ke posisi $0,7065. Laporan ekonomi dari Reuters menyebutkan bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,35%. Namun, RBA memberikan kejutan dengan mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka siap menaikkan suku bunga lagi demi meredam inflasi yang dipicu biaya energi.
GBP/USD: Poundsterling relatif kokoh di dekat area 1,3500 memanfaatkan momentum teknikal tren naik jangka pendek di tengah koreksi terbatas Dolar AS pada sesi sebelumnya.
Komoditas: Emas Tertahan di Dekat Rekor, Perak Lepas LandasKetidakpastian ekonomi global terus memberikan dorongan kuat pada sektor logam mulia.
Harga Emas (XAU/USD) sempat menyentuh level tertinggi dua bulan di US$4.435 per troy ounce pada perdagangan sesi Asia sebelum akhirnya mengalami aksi ambil untung (profit-taking) moderat menuju kisaran US$4.400 – US$4.500. Analisis harian mengindikasikan bahwa pergerakan emas saat ini sangat sensitif terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed dan volatilitas harga minyak mentah Brent. Sementara itu, Perak (XAG/USD) mencatat lonjakan signifikan setelah berhasil menembus indikator teknikal penting EMA 200-hari, menandakan akselerasi tren bullish yang kuat.


